• Selamat Datang di Website Nick Natha

    Selamat Datang di Narayan Ashram

    Visi Misi

     Visi : “Membentuk manusia Indonesia seutuhnyayang memiliki kecerdasan intelektual dan moral spiritual dengan berlandaskan ajaran Weda”

     Visi : “Membentuk manusia Indonesia seutuhnyayang memiliki kecerdasan intelektual dan moral spiritual dengan berlandaskan ajaran Weda”

    Misi:

    1. Sebagai Lembaga pembinaan dan pendidikan spiritual umat
    2. Sebagai Lembaga pengembangan seni dan budaya Bali yang bernafaskan Agama Hindu
    3. Sebagai Lembaga yang mendorong terbangunnya hubungan yang harmonis dalam konsep Tri Hita Karana, bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia  dan Majelis Desa Pakraman disegala tingkatan wilayah dalam pembinaan umat di bidang agama, adat dan budaya Bali

    Tujuan

    1. Meningkatkan iman dan kepercayaan umat terhadap Panca Sradha yang termuat dalam ajaran Agama Hindu
    2. Meningkatkan keyakinan umat akan kebenaran Ajaran universal dari Kitab Suci Weda
    1. Meningkatkan iman dan kepercayaan umat terhadap Panca Sradha yang termuat dalam ajaran Agama Hindu
    2. Meningkatkan keyakinan umat akan kebenaran Ajaran universal dari Kitab Suci Weda
    3. Membangun Identitas dan kesejatian diri umat berlandaskan Ajaran Weda
    4. Meningkatkan bakti umat dan membangun kepekaan sosial untuk membantu sesama manusia dan menjaga lingkungan alam.

    Strategi

    4 STRATEGI AJARAN NARAYAN ASHRAM

    CATUR SUCI

     

    A. TEMPAT SUCI DAN LINGGA – LINGGA SUCI NARAYAN ASHRAM

    1. TEMPAT – TEMPAT SUCI HINDU DENGAN SEGALA JENIS DAN BENTUKNYA
    2. LINGGA – LINGGA SUSI NARAYAN ASHRAM

    ANTARA LAIN :

    1. GRAHA GURU
    2. LINGGA TRI MURTI
    3. LINGGA YONI
    4. LINGGA SRI NANDIDNI
    5. LINGGA GANESHA
    6. LINGGA IBU
    7. LINGGA SANGHYANG ABI BUDHA
    8. BEJI
    9. KOLAM TAMAN SARI
    10. SRI KARNAT (PENUNGGU KARANG)
    11. PENUMBAK MARGI (PENGUASA JALAN RAYA)

    4 STRATEGI AJARAN NARAYAN ASHRAM

    CATUR SUCI

     

    A. TEMPAT SUCI DAN LINGGA – LINGGA SUCI NARAYAN ASHRAM

    1. TEMPAT – TEMPAT SUCI HINDU DENGAN SEGALA JENIS DAN BENTUKNYA
    2. LINGGA – LINGGA SUSI NARAYAN ASHRAM

    ANTARA LAIN :

    1. GRAHA GURU
    2. LINGGA TRI MURTI
    3. LINGGA YONI
    4. LINGGA SRI NANDIDNI
    5. LINGGA GANESHA
    6. LINGGA IBU
    7. LINGGA SANGHYANG ABI BUDHA
    8. BEJI
    9. KOLAM TAMAN SARI
    10. SRI KARNAT (PENUNGGU KARANG)
    11. PENUMBAK MARGI (PENGUASA JALAN RAYA)

     

     

     

     

     

    B. KITAB SUCI

    TUHAN

     

    PARA MAHA RSI

    CATUR WEDA SAMHITA (SRUTI)

     

    1. Rg Weda Samhita

    1. Nyanyian pujian 10.552 mantra yang terbagi dalam 10 mandal
    2. Wahyu Rg Weda dihimpun oleh Rsi Pulaha.

    2. Sama Weda Samhita

    1. Kumpulan mantra dan memuat ajaran lagu-lagu pujian
    2. 1875 mantra
    3. Wahyu Sama Weda dihimpuni oleh Rsi Jaimini

    3. Yayur Weda Samhita

    1. Terdiri atas mantra-mantra yang sebagian berasal dari Reg Weda
    2. Membuat ajaran-ajaran pikok Yayur
    3. 1975 mantra terdiri atas 2 aliran mantram Yayur Weda Putih danYayur Weda Hitam
    4. Wahyu Yayur Weda ini dihimpuni oleh Rsi Waisampayana

    4. Atharwa Weda Samhita

    1. Kumpulan mantra yang membua ajaran magis
    2. 1987 mantra yang banyak berasal dari Rg Weda
    3. Isinya doa-doa untuk kehidupan sehari-hari
    4. Wahyu Atharwa Weda dihimpuni oleh Rsi Sumantu

    Masing -masing bagian Catur Weda memiliki kitab-kitab Brahmana yang isinya penjelasan tentang bagimana mempergunakan mantra  dalam rangkaian upacara. Di samping itu kitab Catur Weda juga memiliki Aranyaka & Upanisad.

    Kitab Aranyakaisinya adala penjelasan-penjelasan terhadab bagian mantra dan Brahmana sedangkan Kitab Upanisad mengandung ajaran Filsafat. Kitab-kitab Brahmana yang isinya penjelasan tentang bagaimana mempergunakan mantra dalam rangkaian upacara. Disamping itu kitab Catur Weda juga memiliki Aranyaka dan Upanisad. Kitab Aranyaka isinya adalah penjelasan-penjelasan terhadap bagian mantra dan Brahmana sedangkan Kitab Upanisad mengandung ajaran Filsafat. Kitab-kitab Brahmana digolongkan kedalam Karma Kanda. Kitab-kitab Upanisad digolongkan kedalam Jnana Kanda.

     

     

     

     

    Smerti

    Smerti disusun berdasarkan ingatan. Smerti digolongkan ke dalam 2 kelompok besar :

    1. Kelompok Wedangga (Sadangga)
    2. Kelompok Upaweda
    1. Kelompok Wedangga, terdiri dari 6 bidang :
    1. Siksa (phoneka) : petunjuk cara cepat pengucapan mantra dan rendah tekanan suara.
    2. Wyakarana (tata bahasa) : berisi pengertian dan Bahasa yang benar.
    3. Chanda (lagu ) : ikatan Bahasa dalam lagu, berisi berbagai nyanyian.
    4. Nirukta : memuat berbagai penafsiran otentik mengenai kata-kata dalam weda.
    5. Jyotisa (astronomi) : memuat pokok-pokok ajaran astronomi sebagai pedoman melaksanakan Yadnya.
    6. Kalpa, terbagi lagi atas :
    1. Bidang Srauta : tata cara beryadnya
    2. Bidang Grhya : peraturan pelaksanaan Yadnya
    3. Bidang Dharma : peraturan hidup bermasyarakat
    4. Bidang Salwa : tata cara membuat tempat suci
    1. Kelompok Upaweda
    1. Itihasa ; epos Mahabrata & Ramayana
    1. Ramayana, ditulis oleh Mpu Walmiki. Terdapat enam Kanda berbentuk syair (24.000 syair), terdiri dari :
    1. Ayodya Kanda
    2. Bala Kanda
    3. Kiskanda Kanda
    4. Sundara Kanda
    5. Yudha Kanda
    6. Utara Kanda
    1. Mahabarata, disusun oleh Mpu Wyasa yang meliputi 17parwa :
    1. Adi Parwa
    2. Sabha Parwa
    3. Wana Parwa
    4. Wirata Parwa
    5. Udiyaga Parwa
    6. Bhisma Parwa ; (Bhagawadgita)
    7. Drona Parwa
    8. Karna Parwa
    9. Salya Parwa
    10. Sauptika Parwa
    11. Santi Parwa
    12. Anusarana Parwa
    13. Aswamedhika Parwa
    14. Asramawasika Parwa
    15. Mausala Parwa
    16. Mahaprastanika Parwa
    17. Swarga Rohana Parwa
    1. Purana
    1. Merupakan cerita-cerita kuno berisi tentang penciptaan dunia, silsilah para Raja
    2. Silsilah para dewa-dewa dan Bhatara
    3. Cerita kejadian alam semsta
    4. Doa-doa dan mantra-mantra untuk sembahyang
    5. Tata cara puasa
    6. Petunjuk-petunjuk tentang Tirta Yatra
    7. Kitab Purana yang terpokok menguraikan tentang ajaran-ajaran pokok mengenai Theisme (Ketuhanan) yang dianut berbagai mazhab Hindu
    8. Terdapat 18 buah Kitab Purana :
    • Purana Parwa
    • Bhawisya Purana
    • Narada Purana
    • Bhagawata Purana
    • Wamana Purana
    • Brahmana Purana
    • Wisnu Purana
    • Garuda Purana
    • Padma Purana
    • Waraha Purana
    • Matsya Purana
    • Kuruma Purana
    • Lingga Purana
    • Siwa Purana
    • Shada Purana
    • Agni Purana
    1. Artha Sastra
    1. Sebagai ilmu pemerintah
    2. Pemikir ilmu politik : Nitisastra (Raja Dharma), Dandaniti
    3. Kitab Usana
    4. Kitab Nitisara
    5. Kitab Sukraniti
    6. Kitab Artha Sastra
    7. Acharya yang terkenal dibidang Nitisastra adalah Bhagawan Bhraspati, Bhagawan Usana, Bhagawan Prasara, dan Rsi Canakya
    1. Ayurwedha
    1. Kitab Bidang kesehatan, jasmani, dan rohani
    2. Kitab sejenis Ayurwedha adalah Kitab Yogasara & Yogasastra yang ditulis oleh Bhagawan Nagaryuna yang isinya memuat pokok-pokok ilmu yoga yang dirangkaikan dengan system anatomi
    1. Ghandarwa Weda
    • Kitab yang isinya berbagai cabng ilmu seni
    1. Param-param Sri Guru
    1. GURU SUCI
    1. Seorang pemimpin spiritual Ashram yang bertugas membina dan membimbing bhakta untuk memepelajari pengetahuan spiritual dan menemukan diri sejati serta kesadaran Tuhan daam diri dan luar diri.
    2. Sebagai Duta Dharma yang bergelar Sri, menurunkan ajaran Jnana Budha Siwa yang mengalir dariJiwa Sejati.
    1. HIDUP SUCI
    1. Menjalankan ajaran Catur Yoga dalam satu kesatuan antara lain :
    • Karma Yoga
    • Bhakti Yoga
    • Jnana Yoga
    • Raja Yoga
    1. Tahapan hidup manusia dalam konsep Ctur Ashrama yaitu :
    • Brahmacari
    • Gryahasta
    • Wanaprasta
    • Sanyasin
    1. Hidup selaras dengan konsep Tri Hita Karana artinya selaras dengan alam, selaras dengan sesame manusia serta terhubung dan selaras dengan Sang Pencipta.
    2. Prilaku baik dan berbudi melalui ajaran Trikaya Parisudha antara lain : Kayika, Wacika, dan Manacika.
    3. Tujuan hidup manusia yang disebut Catur Purusa Artha antara lain: Dharma, Artha, Kama, Moksa.
    4. Menjalankan hidup suci melalui Tapa, Brata, Yoga dan Semadhi.
    5. Melaksanakan 3 Kerangka Dasar agama antara lain : Tattwa Susila, Upacara.
    6. Meneguhka 5 Dasar Keyakinan (Panca Sradha) antara lain:

    Þ           Percaya akan adanya Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa

    Þ           Percaya akan adanya atman

    Þ           Percaya akan adanya Atman Punarbhawa/Samsara

    Þ           Percaya akan adanya Hukum Karma Phala d

    Þ           Percaya aka adanya Moksa

    1. Membangun Sifat kasih saying terdiri atas :

    Þ           Bersahabat dengan semua mahluk & memandang semua manusia sama ( Tattwam asi)

    Þ           Melaksanakan punia yadnya (berdana punia)

    Þ           Membantu sesame yang miskin

    Þ           Bekerjasama dengan semua orang untuk membangun kehidupan yng lebih baik

    Program Kerja

    PROGRAM JANGKA PENDEK (1 TAHUNAN)

     

    A.1. PROGRAM KERJA D BIDANG SOSIAL BUDAYA :

    1. Mendirikan Sanggar Tari Bali dan Tari Kontemporer
    2. Mengadakan pelatian musik Rokhani
    3. Mengirim para bhakta Narayan Ashram mengikuti pelatihan-pelatihan dibidang kecantikan, pijat refleksi dan kursus-kursus keterampilan lainnya
    4. Membantu usaha pemodalan bagi kaum miskin dan membina usaha bagi kaum miskin bekerja dengan pemerintah daerah, Kelurahan/Desa
    5. Memberi beasiswa bagi anak-anak miskin yang berpotensi
    6. Penyelenggaraan penyuluhan budi daya alam dan manusia serta pembangunan proyek-proyek pedesaan dengan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama didaerah pedesaan, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Desa/Kelurahan
    7. Menjalin kerjasama dengan pemerintah, organisasi ataupun Lembaga sosisal kemasyarakatan dan organisasi ataupun Lembaga lainnya yang terkait didalam maupun diluar negeri dalam upaya meningkatkan baik kemampuan atau pelayanan masyarakat
    8. Menyelenggarakan kegiatan perlindungan terhadap kemampuan anak serta memberikan bantuan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan
    9. Mengumpulkan dana serta menyalurkan untuk membantu korban bencana alam
    10. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup fola dan fauna langka serta cagar alam
    11. Membentuk kelomok-kelompok kerja pelestarian lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah daerah/ Desa/ Kelurahan
    12. Menanam segala jenis tanaman yadnya untuk keperluan Upacara
    13. Menanam berbagai jenis tanaman obat

    PROGRAM JANGKA PENDEK (1 TAHUNAN)

     

    A.1. PROGRAM KERJA D BIDANG SOSIAL BUDAYA :

    1. Mendirikan Sanggar Tari Bali dan Tari Kontemporer
    2. Mengadakan pelatian musik Rokhani
    3. Mengirim para bhakta Narayan Ashram mengikuti pelatihan-pelatihan dibidang kecantikan, pijat refleksi dan kursus-kursus keterampilan lainnya
    4. Membantu usaha pemodalan bagi kaum miskin dan membina usaha bagi kaum miskin bekerja dengan pemerintah daerah, Kelurahan/Desa
    5. Memberi beasiswa bagi anak-anak miskin yang berpotensi
    6. Penyelenggaraan penyuluhan budi daya alam dan manusia serta pembangunan proyek-proyek pedesaan dengan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama didaerah pedesaan, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Desa/Kelurahan
    7. Menjalin kerjasama dengan pemerintah, organisasi ataupun Lembaga sosisal kemasyarakatan dan organisasi ataupun Lembaga lainnya yang terkait didalam maupun diluar negeri dalam upaya meningkatkan baik kemampuan atau pelayanan masyarakat
    8. Menyelenggarakan kegiatan perlindungan terhadap kemampuan anak serta memberikan bantuan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan
    9. Mengumpulkan dana serta menyalurkan untuk membantu korban bencana alam
    10. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup fola dan fauna langka serta cagar alam
    11. Membentuk kelomok-kelompok kerja pelestarian lingkungan yang bekerjasama dengan Pemerintah daerah/ Desa/ Kelurahan
    12. Menanam segala jenis tanaman yadnya untuk keperluan Upacara
    13. Menanam berbagai jenis tanaman obat

    A.2. PROGRAM BIDANG KEAGAMAAN :

    1. Mengadakan Pembinaan dan Pendidikan agama kepada generasi muda Hindu dimana pun mereka berada bekerja sama dengan PHDI Bali/Kota Denpasar dan Majelis Desa Pakraman
    2. Menikuti seminar, workshop yang berkaitan dengan pendalaman agama Hindu baik yang diadakan oleh pihak pemerintah atau maupun ihak swasta
    3. Mengirim bakta Narayan Ashram mengikuti pedidikan kepemangkuan dan bebanten
    4. Mengadakan seminar-seminar dan bedah buku Agama Hindu
    5. Menyelenggarakan pembinaan/pendidikan dan pelatihan yoga 
    6. Menyelenggarakan bedah Buku Agama Hindu
    7. Melaksanakan Tirta Yatra dan Dharma Yatra ke Tempat-tempat Suci di Bali, Jawa dan Lombok
    8. Menyelenggarakan pendidikan Meditasi
    9. Menerbitkan dan menyebarkan Buku-buku Agama Hindu untuk kalangan masyarakat Hindu
    10. Menyelenggarakan kerjasama dengan umat Hindu diseluruh dunia dalam membangun kehidupan beragama
    11. Membangun website Narayan Ashram sebagai bentuk pengenalan Lembaga Pendidikan dan pembinaan agama bagi masyarakat
    12. Mengadakan diskusi-diskusi keagamaan bekerjasama dengan Lembaga-lembaga keumatan Hindu lainnya

     

    B. PROGRAM JANGKA PANJANG  (5 TAHUNAN)

    B. 1. PROGRAM KERJA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA :

    1. Mendirikan Yayasan Natha Narayan untuk menaungi dan pendanaan bagi kelangsungan Ashram      
    2. Mendirikan PAUD dan Taman Kanak Kanak
    3. Mendirikan usaha kecantikan
    4. Mendirikan Usaha spa dan refleksi
    5. Mendirikan usaha bebanten/yadnya Upacara agama
    6. Membangun Panti asuhan untuk anak-anak terlantar
    7. Mendirikan kursus-kursus ketrampilan
    8. Mendirikan Sanggar Tari dan Musik Bali
    9. Mendirikan studio rekaman
    10. Mendirikan Event Organizer di bidang perkawinan secara adat dan budaya Bali dalam satu paket
    11. Mendirikan Konsultan/Advokasi Hukum
    12. Menyelenggarakan Upacara potong Gigi 28 issal
    13. Menyelenggarakan Ngaben 28 issal
    14. Membangun usaha pembuatan dupa
    15. Membuka lahan untuk pembangunan tanaman yadnya dan tanaman obat
    16. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan musik rokhani
    17. Membentuk dan membina kelompok-kelompok seni budaya untuk melestarikan budaya Bali
    18. Memberi bantuan dan pelayanan kesehatan bagi para Pemangku dan Pedanda
    19. Membangun kelompok-kelompok sosial kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam
    20. Membentuk usaha jasa photografi dan documenter
    21. Mendirikan usaha jasa bidang bangunan/listrik

     

    B.2. PROGRAM KERJA DI BIDANG KEAGAMAAN :

    1.  Mendirikan Ashram di Pulau Jawa, Bali dan Lombok sebagai cabang dari Narayan Ashram
    2. Menerbitkan Buku-Buku Agama Hindu dan menyebarkan Buku-Buku Agama Hindu kesekolah-sekolah negri dan swasta untuk menambah buku-buku perpustakaan sekolah
    3. Mendirikan tempat pendidikan dan pelatihan Yoga
    4. Membentuk kelompok-kelompok meditasi
    5. Mengadakan seminar-seminar dan diskusi-diskusi keagamaan dengan kelompok agama Hindu di masyarakat
    6. Mendirikan Perpustakan Hindu yang terlengkap
    7. Mendirikan Kursus-Kursus kilat untuk pendalaman Agama
    8. Membangun badan amal/dana punia umat secara terorganisir
    9. Mendirikan Pusat informasi Hindu (Hindu Center) disetiap Desa/kecamatan di Bali sebagai benteng penguatan iman dan keyakinan Hindu dikalangan umatnya
    10. Membentuk kelompok-kelompok  Musik dan tarian Rokhani dikalangan remaja Hindu
    11. Membuat buku Pedoman Ashram bagi bakta yang baru
    12. Membentuk pilot project kesadaran tentang lingkungan bagi masyarakat di desa/ kecamatan untuk pembinaan lebih lanjut
    13. Menyelenggarakan pesraman kilat untuk pendidikan/pembinaan mental spiritual remaja dan anak-anak pada masa liburan sekolah

    Bhaktam

    BHAKTAM NARAYAN ASHRAM

                    Bhaktam Narayan Ashram adalah mereka yang sudah diproses/ di diksa menjadi Murid Narayan Ashram yang disebut dengan istilah Upanayana dan kemudian berlanjut mengkuti tahapan pelatihan Diksa untuk menjadi kader penerus Ajaran Narayan Ashram.

    BHAKTAM NARAYAN ASHRAM

                    Bhaktam Narayan Ashram adalah mereka yang sudah diproses/ di diksa menjadi Murid Narayan Ashram yang disebut dengan istilah Upanayana dan kemudian berlanjut mengkuti tahapan pelatihan Diksa untuk menjadi kader penerus Ajaran Narayan Ashram.

    Jenis-Jenis pelatihan antara lain :

    1. Pelatihan menjadi Murid Narayan Ashram harus mengikuti sadana selama 3 hari yaitu Hari I    dan II melakukan sadana Puasa/Memutih sesuai kemampuan calon murid dan hari III melakukan Puasa dan Manobrata 1 hari penuh (di Goa Tapa) dan setelah itu baru proses Diksa Upanayana menjadi Murid resmi Narayan Ashram
    2. Pelatihan lanjutan tingkat dasar menjadi Pembinaan antara lain sadana 3 hari, 5 hari, 7 hari dan 11 hari yang dilakukan mengikuti pancawara kelahiran (Puasa setiap Hari Kelahiran) dengan latihan Yoga dan Wiswa (3 kali putaran mengelilingi Lingga dengan mengucapkan Japa Mantra dengan Genitri) dan Yoga serta Meditasi
    3. Pelatihan untuk menjadi Pembina Tingkat I adalah 20 hari latihan Wiswa dan 1 Hari Puasa dan Mona Brata di Goa Tapa (Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata) dan Puasa setiap hari Kelahiran
    4. Pelatihan untuk menjadi Pembina Tingkat II adalah 32 hari latihan Wiswa dan 1 Hari Puasa dan Mona Brata di Goa Tapa (Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata) dan Puasa setiap hari Kelahiran
    5. Pelatihan untuk menjadi Pembina Tingkat III adalah 44 hari latihan di Wiswa dan 1 Hari Puasa dan Mona Brata di Goa Tapa (Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata) dan Puasa setiap hari Kelahiran
    6. Pelatihan untuk menjadi Pembina Tingkat IV adalah 98 hari latihan Wiswa dan 1 Hari Puasa (24 Jam) dan Mona Brata di Goa Tapa serta Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata dan Puasa setiap hari Kelahiran
    7. Pelatihan untuk menjadi Guru Spiritual adalah 107 hari latihan Wiswa dan 1 Hari (24 Jam) Puasa dan Mona Brata di Hutan (Wanaprasta) (Mlukat di Pantai sebelum Mona Brata) dan Puasa setiap hari Kelahiran
    8. Pelatihan untuk menjadi Abdi Guru adalah latihan 7 hari Puasa/meberata dengan 6 hari melakukan Wiswa dan 1 Harinya Puasa (24 Jam) dan Monabrata (di Goa Tapa) (Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata) Pelatihan untuk menjadi Abdi Ibu adalah 3 hari dengan 2 hari melakukan Wiswa dan 1 Harinya Puasa dan Monabrata di Goa Tapa dan Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata.
    9. Pelatihan untuk menjadi Abdi Ashram adalah  latihan 7 hari puasa/meberata dengan 6 hari melakukan Wiswa dan mekemit dan ngayah setiap harinya selama 6 hari dan 1 Harinya Puasa dan Monabrata (24 Jam) di Goa Tapa serta Mlukat di Pantai sebelum Mona Berata.
    10. Sadana Puasa/meberata untuk seluruh bhakti pada hari – hari suci Purnama, Tilem dan Kajeng Kliwon
    11. Sadana Rutin untuk Hari Saraswati 14 Hari Puasa/meberata, 11 Hari untuk Jnana Buda Ciwa, 7 Hari untuk Ciwaratri.

    Sejarah

    Sejarah berdirinya Narayan Ashram

    1. Narayan Ashram berdiri sejak Tahun 2006, dimulai dengan kedatangan seorang murid yang dalam keadaan Sakit antara hidup dan mati yang minta diobati tapi ketika itu guru Narayan ashram belum bergelar guru hanya selaku Pembina bakti umat. Ketika murid itu sembuh kemudian dia rajin konsultasi untuk mohon arahan tentang tata cara  bakti kepada Tuhan dan Guru Ashram mencoba memberikan arahan dan ternyata kepekaan jiwanya telah hidup dan kemudian dia menerima petunjuk bahwa tempat dimana Guru itu tinggal akan menjadi ashram. Kemudian datang lagi seorang murid dimasa lalu pernah dibina dan datang kerumah Guru dan dia juga menerima petunjuk yang sama bahwa rumah Guru akan berdiri Ashram hanya mereka tidak tahu nama dan gelar diksa Gurunya. Lambat laun datang lagi beberapa orang murid dan akhirnya mereka sepakat membangun Ashram setelah mereka menerima petunjuk bahwa nama ashramnya adalah Narayan Ashram dan Nama gurunya ketika itu adalah Sri Natha Narayan. Pertama kali Ashram itu berdiri dirumah Gurunya di Perumahan Dosen Kopertis VIII jalan Gutiswa C 8 Peguyangan Kangin Denpasar Utara. Bagi Guru Ashram prinsipnya bahwa beliau tetap adalah guru ada dan tidaknya ashram, tetapi oleh karena tuntutan tugas dan kewajiban untuk pembinaan umat maka Guru Narayan Ashram menerima petunjuk agar memenuhi keinginan kuat para baktanya, maka berdirilah Narayan Ashram dan disucikan dan disahkan berdirinya oleh Gurunya sendiri pada Purnamaning Kapat Tahun 2006. Peristiwa itu begitu cepatnya terjadi, mungkin ini sudah menjadi kehendakNya, maka bakta Narayan Ashram ini kemudian bertambah dari hari kehari dan kebanyakan kedatangan mereka karena panggilan jiwa dan ada juga karena mereka sering didatangi guru dalam mimpinya padahal mereka belum pernah ketemu Guru apalagi kenal dengan wajah Gurunya.

    Sejarah berdirinya Narayan Ashram

    1. Narayan Ashram berdiri sejak Tahun 2006, dimulai dengan kedatangan seorang murid yang dalam keadaan Sakit antara hidup dan mati yang minta diobati tapi ketika itu guru Narayan ashram belum bergelar guru hanya selaku Pembina bakti umat. Ketika murid itu sembuh kemudian dia rajin konsultasi untuk mohon arahan tentang tata cara  bakti kepada Tuhan dan Guru Ashram mencoba memberikan arahan dan ternyata kepekaan jiwanya telah hidup dan kemudian dia menerima petunjuk bahwa tempat dimana Guru itu tinggal akan menjadi ashram. Kemudian datang lagi seorang murid dimasa lalu pernah dibina dan datang kerumah Guru dan dia juga menerima petunjuk yang sama bahwa rumah Guru akan berdiri Ashram hanya mereka tidak tahu nama dan gelar diksa Gurunya. Lambat laun datang lagi beberapa orang murid dan akhirnya mereka sepakat membangun Ashram setelah mereka menerima petunjuk bahwa nama ashramnya adalah Narayan Ashram dan Nama gurunya ketika itu adalah Sri Natha Narayan. Pertama kali Ashram itu berdiri dirumah Gurunya di Perumahan Dosen Kopertis VIII jalan Gutiswa C 8 Peguyangan Kangin Denpasar Utara. Bagi Guru Ashram prinsipnya bahwa beliau tetap adalah guru ada dan tidaknya ashram, tetapi oleh karena tuntutan tugas dan kewajiban untuk pembinaan umat maka Guru Narayan Ashram menerima petunjuk agar memenuhi keinginan kuat para baktanya, maka berdirilah Narayan Ashram dan disucikan dan disahkan berdirinya oleh Gurunya sendiri pada Purnamaning Kapat Tahun 2006. Peristiwa itu begitu cepatnya terjadi, mungkin ini sudah menjadi kehendakNya, maka bakta Narayan Ashram ini kemudian bertambah dari hari kehari dan kebanyakan kedatangan mereka karena panggilan jiwa dan ada juga karena mereka sering didatangi guru dalam mimpinya padahal mereka belum pernah ketemu Guru apalagi kenal dengan wajah Gurunya.
    2. Lambat laun karena perkembangan baktanya makin bertambah sedangkan tempat tidak mencukupi dan lagi pula tidak ingin mengganggu lingkungan, maka Narayan Ashram  kemudian dipindah ke Jalan Ratna No. 36 Denpasar.  Pembangunannya dimulai pada September 2014 dan baru selesai pada akhir bulan Mei 2015 dengan daya tampung bisa mencapai 200 orang bakta
    3. Kemudian tepat pada Redite Paing Wuku Gumbreg tanggal 7 Juni 2015 Narayan Ashram diresmikan berdirinya ditempat yang baru, yang didahului dengan pecaruan/pemelaspasan dipagi harinya oleh Ida Pandita dari Grya Pesraman Agung Batur Sari Banjar Gambang Mengwi Badung dan kemudian di malam harinya diselenggarakan Abisekha LIngga yang ada di Narayan Ashram oleh Mahaguru Ashram Lembah Bhayam, tempat Guru Narayan Ashram berguru dimasa lalunya dengan Sri Guru Jayanara (Mahaguru Ashram Lembah Bhayam), yang ketika itu dihadiri pula oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Propinsi Bali dan sekaligus beiau memberikan sambutan lisan serta dihadiri pula oleh Ketua Dewan Persatuan Pesraman Bali dan para Sri Guru dari berbagai ashram di Bali serta seluruh bakta yg diuandang dari berbagai Ashram di Bali dan Bakta Narayan Ashram juga hadir memenuhi tempat Narayan Ashram yang diresmikan itu. Gurunya Narayan Ashram juga sekaligus menerima petunjuk baru tentang nama diksanya yang baru yaitu SRI JAYA NATHA NARAYAN.
    4. Karena sifat Narayan Ashram terbuka menerima tamu dari berbagai agama, ajaran, suku, daerah dan budaya manapun, maka untuk  pertama kalinya Narayan Ashram didatangi oleh Tamu dari Guru India bernama Swami Ji Amrtam Puri bersama muridnya.
    5. Kegiatan yang dilakukan selama ini di Narayan Ashram adalah melakukan pemujaan rutin pada hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari-hari besar lainnya seperti Hari Saraswati, Ciwaratri, Pagerwesi dan Perayaan Jnana Buda Ciwa setiap tanggal 10 Mei.  Disamping itu pula kegiatan rutin lainnya seperti Dhama Tula, Dharma Yatra dan Tirta Yatra dilakukan di Tempat Suci/Pura di Bali dan Jawa serta pembinaan umat juga dilakukan sampai di tanah Jawa (Khususnya di Bondowoso)
    6. Nama- Nama Lingga yang ada di Narayan Ashram al ;
      a.  Graha Guru sebagai tempat menghormati dan memuja Guru-Guru Suci sebagai perwujudan konsep Catur Guru (Khususnya Guru Swadyaya)
      b. Lingga Yoni sebagai Perwujudan Tuhan dalam kedudukan dan sifat Ibu dan Bapak, Purusa Pradana, Lambang Ciwa Parwati
      c.  Lingga Nandiri sebagai perwujudan/lambang kasih sayang dan kesejahtraan disamping sebagai kendaraan Ciwa
      d. Lingga Ganesha sebagai perwujudan Pengetahuan Suci yang didalam mitologi digambarkan sebagai anaknya Ciwa
      e.  Lingga Goa Tapa adalah tempat untuk melakukan Sadana Puasa, Monobrata dan semadi bagi bakta yang akan mendalami tentang makna kesadaran Atman pada dirinya.
    7. Lambang Yayasan adalah LINGGA YONI yang berisi tulisan NARAYAN ASHRAM melingkari atas Logo  dan  semboyan di bawah Logo  dengan tulisan “SATYAM, SIWAM DAN SUNDARAM”
    8. Arti Lambang sbb :
    • Lambang Narayan Ashram adalah berbentuk “LINGGA YONI” yang artinya segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan melalui penyatuan Lingga dan Yoni sebagai lambang Purusa Pradana
    • Lingga Yoni itu dililit oleh Naga sebagai lambang dari ikatan penyatuan Purusa Pradana yang kuat dan abadi serta Naga berperan sebagai penjaga penyatuan itu
    • Warna hitam pekat melambangkan Alam semesta dan berisi simbol Omkara dalam warna kuning keemasan sebagailambang Aksara Suci dalam Agama Hindu
    • Lingkaran Bulat Lonjong seperti telor yang berwarna hitam melambangkan benih kesucian yang berstana  dalam jiwa manusia
    • Warna latar belakang biru muda sebagai lambang langit yang berisi cahaya matahari dengan warna kuning keemasan yang mengandung arti cahaya Tuhan
    • Lingga Yoni disangga oleh Bunga Teratai, dimana Bunga teratai berwarna putih ini    melambangkan kesucian yang tidak ternoda
    • Tulisan semboyan di bawah Logo “ Satyam, Siwam, Sundaram “ mengandung arti kebenaran, kesucian dan keindahan.

    9. Ajaran inti yang dikembangkan dan diajarkan di Narayan Ashram adalah semuanya bertitik tolak pada Ajaran Kitab Suci weda dengan penekanan pada Aspek Tatwa, Susila/Etika dan Upacara.

    Berita Terbaru

    Ikuti Kami

    Jalan Ratna 36 Sumerta Kauh Kecamatan Denpasar Timur

    Copyright © 2019 Nick Natha. All Rights Reserved.