• Selamat Datang di Website Nick Natha

    Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) YAYASAN NATHA NARAYAN

    ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN  RUMAH TANGGA
    YAYASAN NATHA NARAYAN

    Pemahbah

     

    Atas dasar kesadaran sebagai mahluk ciptaan yang harus melakukan interaksi dengan Tuhan sebagai Pencipta kehidupan, interaksi dengan sesama manusia sebagai makhluk sosial dan interaksi dengan alam semesta sebagai sarana dan penunjang kehidupan dan didorong oleh keinginan untuk mengabdi kepada umat Hindu dimanapun berada serta kesadaran diri untuk menjalankan bhakti dan sradha kehadapan Hyang Prama Kawi dalam mencari kedamaian jiwa, mencari jati diri dan tujuan hidup sebagai manusia maka didirikanlah YAYASAN NATHA NARAYAN

    Berbekal keyakinan dan restu serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa/Sang Hyang Widhi Wasa dan melalui upaya - upaya yang terencana, tertata dan berkelanjutan, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga YAYASAN NATHA NARAYAN sebagai panduan dan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan dibidang SOSIAL BUDAYA DAN KEAGAMAAN

     

    ANGGARAN DASAR
    BAB I
    NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
    Pasal 1


    1. Yayasan ini bernama YAYASAN NATHA NARAYAN selanjutnya disebut Yayasan
    2. Yayasan berkedudukan di Denpasar Bali


    Pasal 2

    Yayasan didirikan di Denpasar Bali Tanggal 7 Juni 2015 sampai waktu yang tidak ditentukan.

    BAB II
    LAMBANG

    Pasal 3.

     

    Lambang Yayasan adalah LINGGA YONI yang berisi tulisan YAYASAN NATHA NARAYAN melingkari atas Logo  dan  semboyan di bawah Logo  dengan tulisan “SATYAM, SIWAM DAN SUNDARAM”

     

    Pasal 4

    Penjelasan arti lambang Yayasan sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 tersebut di atas diatur                          lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

     

    BAB III
    VISI DAN MISI YAYASAN

    Pasal 5

    Visi Yayasan “membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki kecerdasan intelektual                       dan moral spiritual dengan berlandaskan ajaran Weda”

    Pasal 6

    Misi Yayasan antara lain :

    1. Sebagai Lembaga pembinaan dan pendidikan spiritual umat
    2. Sebagai Lembaga pengembangan seni dan budaya Bali yang                                            bernafaskan Agama Hindu
    3. Sebagai Lembaga yang mendorong terbangunnya hubungan yang  harmonis                                          dalam konsep Tri Hita Karana, bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia                                dan Majelis Desa Pakraman disegala tingkatan wilayah dalam tugas pembinaan umat                                 di bidang agama, adat dan budaya Bali
       

    BAB IV                                                                                                                                                         ASAS, SIFAT DAN TUJUAN

    Pasal 5
    Yayasan berazaskan Pancasila dan Kitab Suci Weda

     

    Pasal 6

    Yayasan ini bersifat Sosial Budaya dan Keagamaan

     

    Pasal 7

    Tujuan Yayasan ini antara lain :

     

    1. Meningkatkan Iman dan kepercayaan umat terhadap Panca Sradha yang termuat                           dalam ajaran Agama Hindu
    2. Meningkatkan keyakinan umat akan kebenaran Ajaran universal dari                                                       Kitab Suci Weda
    3. Membangun Identitas dan kesejatian diri umat berlandaskan Ajaran Weda
    4. Meningkatkan bakti umat dan membangun kepekaan sosial untuk membantu                                         sesama manusia dan menjaga lingkungan alam.

     

    Pasal 8
    Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut dalam Pasal 7 Yayasan
    mendirikan dan membawahi Ashram yang bernama Narayan Ashram dan membentuk                                  usaha pendidikan dan pelatihan Tari Bali dengan kolaborasi musik rokhani

    BAB V
    KEPEMILIKAN


    Pasal 9

    a. Kepemilikan Yayasan adalah milik perorangan yang yang bertidak sebagai Pendiri                                       dan Pembina Yayasan

    b. Kepemilikan akan dihibahkan kepada Ahli waris apabila pemilik Mangkat                                        (Meninggal dunia).


    BAB VI
    KEPENGURUSAN


    Pasal  10

    a. Pengurus Yayasan adalah bukan pemilik Yayasan Natha Narayan
    b. Pengurus Yayasan diambil dari para Bakta Narayan Ashram yang mempunyai
    kejujuran, potensi, loyalitas dan berdedikasi tinggi terhadap Yayasan
    c. Pengurus Yayasan  berkewajiban mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan serta bersedia melaksanakan tujuan dan usaha yayasan.
    d. Ketentuan mengenai kepengurusan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Yayasan

    BAB VII

    SUSUNAN ORGANISASI DAN PENETAPAN KEPENGURUSAN


    Pasal 9
    a. Susunan Organisasi yayasan terdiri atas Badan Pendiri/Pembina, Badan Pengawas                                                dan Badan Pengurus

    b. Pendiri Yayasan bertindak selaku Dewan Pembina Yayasan
    c. Badan Pengawas  bertindak mewakili Badan Pembina/Pendiri Yayasan  untuk mengawasi       jalannya Yayasan agar tidak bertentangan dengan Visi, Misi dan Tujuan Yayasan didirikan
    d. Badan Pengurus yang bertindak selaku Pengurus yang terdiri atas Ketua dan beberapa                                 wakil ketua, sekretaris dan satu orang wakil sekretaris dan satu orang bendahara
    e. Ketentuan persyaratan menjadi Pengurus Yayasan ditetapkan lebih lanjut  dalam                              Anggaran Rumah Tangga Yayasan

     

    Pasal 10

    a. Penetapan Badan Pengurus Yayasan adalah wewenang dari Badan                                       Pendiri/Pembina Yayasan                   
    b. Penetapan Organisasi Bidang-Bidang usaha dalam Yayasan ditetapkan                                                   oleh Badan Pendiri/Pembina Yayasan 

         BAB VIII
    PERMUSYAWARATAN


    Pasal 11
    a. Keputusan tertinggi terletak pada Musyawarah Pembina dan Pengawas Yayasan
    b. Hal-hal yang terkait dengan permusyawaratan di tingkat pimpinan diatur dalam
    Anggaran Rumah Tangga Yayasan

    Pasal 12
    a. Pembina dan Pengawas Yayasan memiliki wewenang membentuk, menetapkan,                        memberhentikan dan mengangkat pengurus Yayasan                                                                                                b. Dalam situasi tertentu Pembina dapat mengambil kebijakan terkait keputusan yang
    berada dalam kepengurusan.
    c. Pengambilan keputusan dalam musyawarah dan rapat-rapat dilakukan dengan
    mendengar pertimbangan teknis dari Badan Pengawas dan Badan Pengurus

    BAB IX
    KEUANGAN


    Pasal 13
    Keuangan Yayasan diperoleh dari :

    a. Sumbangan dalam bentuk apapun yang sah dan tidak mengikat
    b. Penerimaan – penerimaan lain yang sah.
    c. Usaha – usaha yang dikelola

    Pasal 14
    Dana yang diperoleh dipergunakan untuk membiayai kegiatan                                                          organisasi Yayasan
    BAB X
    ANGGARAN RUMAH TANGGA


    Pasal 15
    a. Hal - hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar akan diatur dalam Anggaran Rumah
    Tangga yang merupakan perincian pelaksanaan Anggaran Dasar.
    b. Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya tidak boleh
    bertentangan dengan Anggaran Dasar

    BAB XI
    PERUBAHAN DAN PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN                                                              ANGGARAN RUMAH TANGGA

    Pasal 16
    a. Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh musyawarah
    Pembina dan pengawas dan Pengurus Yayasan dan ketentuan perubahan AD dan ART  ini di atur                                      lebih lanjut pada ART yayasan                                                                                                                                                  b. Penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga disahkan dalam musyawarah
    Pembina, Pengawas dan pengurus Yayasan

    BAB XII
    PERUBAHAN DAN PENGGANTIAN PENGURUS


    Pasal 17

    Perubahan dan penggantian Badan Pengurus Yayasan diatur dan ditetapkan dalam                                Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Pembina dan Pengawas Yayasan


    BAB XIII                                      
    PENUTUP


    Pasal 18
    Hal- hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran                                                               Rumah Tangga, akan diatur dalam Pedoman Yayasan

     

     

     

    ________________

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    ANGGARAN RUMAH TANGGA

    BAB I
    LAMBANG
    Pasal 1


    Lambang YAYASAN NATHA NARAYAN antara lain :

    1. Lambang YAYASAN adalah “berbentuk
    LINGGA YONI yang artinya segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan melalui                                 penyatuan Lingga dan Yoni sebagai lambang Purusa Pradana
    2. Lingga Yoni itu dililit oleh Naga sebagai lambang dari ikatan penyatuan Purusa Pradana                                yang kuat dan abadi serta Naga berperan sebagai penjaga penyatuan itu

    3. Warna hitam pekat melambangkan Alam semesta dan berisi simbol Omkara dalam warna kuning keemasan sebagai lambang Aksara Suci dalam Agama Hindu

    4. Lingkaran Bulat Lonjong seperti telor yang berwarna hitam melambangkan benih                               kesucian yang berstana  dalam jiwa manusia

    5. Warna latar belakang biru muda sebagai lambang langit yang berisi cahaya matahari                              dengan warna kuning keemasan yang mengandung arti cahaya Tuhan

    6. Lingga Yoni disangga oleh Bunga Teratai, dimana Bunga teratai berwarna putih ini    melambangkan kesucian yang tidak ternoda

    7. Tulisan semboyan di bawah Logo “ Satyam, Siwam, Sundaram “ mengandung                                             arti kebenaran, kesucian dan keindahan.

     

     

    BAB II
    PENERIMAAN KARYAWAN

    Pasal 3
    Penerimaan Karyawan

    a. Karyawan Yayasan adalahseluruh warga negara Republik Indonesia dan                                             warga Negara asing dan Akademisi yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan                                    dalam bidang bidang usaha yayasan

    b. Karyawan Yayasan berasal dari unsur bakta Narayan Ashram dan                                             masyarakat yang memiliki kemampuan
    c. Setiap orang yang berkeinginan menjadi karyawan Yayasan dapat mengajukan                               permohonan secara tertulis kepada pimpinan pengurus dengan disetujui                                      pengawas dan Pembina Yayasan

     

     


    PASAL 4
    Syarat, Kewajiban dan Hak pengurus dan karyawan


    1. Syarat pengurus Yayasan adalah sebagai berikut :
    a. Telah berumur 17 tahun/atau pernah menikah
    b. Bakta Narayan Ashram 

    c. Jujur, loyal dan berdedikasi tinggi

    d. Memiliki kemampuan berorganisasi
    2. Kewajiban pengurus dan karyawan Yayasan adalah
    sebagai berikut :
    (a) menjunjung tinggi nama dan kehormatan Yayasan
    (b) memegang teguh dan mentaati Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan
    Pedoman Organisasi
    (c) Mengoptimalkan dan memaksimalkan aktifitas dan kreatifitas, usaha dan
    program Yayasan.

     

    Pasal 5

    Hak Pengurus dan Karyawan


    Hak karyawan dan pengurus Yayasan adalah sebaga berikut :
    (a) Mendapat kepelatihan yang sesuai dengan tujuan Yayasan

    (b) Bagi pengurus sementara belum berhak mendapat gaji.

    c. karyawan berhak mendapat gaji sesuai dengan Upah Minimum                                                                 Regional Kota Denpasar

    d. Ketentuan mengenai syarat, hak dan kewajiban pengurus diatur lebih                                                           lanjut dalam Pedoman Organisasi oleh Badan Pendiri/Pembina

    PASAL 6
    Pemberhentian pengurus


    Pengurus berhenti karena :
    1. Meninggal dunia
    2. Atas permintaan sendiri
    3. Diberhentikan sementara oleh Pembina dan pengawas                                                                   Yayasan apabila melanggar aturan dan komitmen yang sudah disepakati                                                                   dalam AD-ART yayasan

     



    BAB III
    PENGORGANISASIAN

    PASAL 7


    Tata Kerja Pengorganisasian Yayasan
    1. Tata kerja pengorganisasian Yayasan dimaksudkan
    untuk mengatur mekanisme pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab pada
    masing masing Bidang tugasnya
    2. Tata kerja pengorganisasian Yayasan dimaksudkan
    untuk membangun sinergi kerja secara struKtural dan fungsional melalui koordinasi,
    integrasi dan sinkronisasi dalam perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan
    tugas, kegiatan dan program guna mencapai tujuan berdasarkan kolektivitas,
    kesinambungan, keterpaduandan kemanfaatan.
    3. Pengurus dalam hal ini ketua Yayasan wajib melakukan monitoring dan evaluasi kerja terhadap pelaksanaan tugas masing-masing bidang usaha dan program-program Yayasan minimal satu kali dalam satu tahun dilaporkan dalam rapat kerja Yayasan atau kalau diperlukan sewaktu waktu oleh Pendiri/Pembina Yayasan

    4. Ketentuan mengenai tata kerja pengorganisasian Yayasan sebagaimana di maksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) di atur lebih lanjut dalam Pedoman Oganisasi.

    PASAL 8

    Penasihat Yayasan, adalah Pendiri/Pembina dan pengawas dalam
    Yayasan yang memberikan masukan dan pembinaan pada
    arah dan gerak dari Yayasan

    PASAL 9
    Pendiri/Pembina Yayasan, adalah pimpinan tertinggi dalam Yayasan  karena                                bertindak sebagai pemilik .

    PASAL 10
    Ketua sebagai bagian dari pengurus Yayasan adalah penanggung jawab dari semua bidang
    usaha Yayasan yang bertugas melaporkan perkembangan usaha Yayasan  pada pendiri/Pembina dan pengawas Yayasan

     

    PASAL 11
    Ketua masing-masing bidang adalah pelaksana tugas pada Bidang usaha yang telah
    ditunjuk oleh Pembina dan Pengawas serta bertanggung jawab melaporkan dan
    mengembangkan usaha Yayasan

    PASAL 12

    Bidang Usaha dan Unit Kegiatan Lainnya
    Bidang -Bidang Yayasan adalah Bidang pelaksana kegiatan usaha                                                            dari Yayasan  yang terdiri atas :
    a. Dibidang sosial budaya meliputi : Sanggar Tari Bali dan Yoga
    b. Bidang Keagamaan/Spiritual  meliputi : membangun sinergi dengan Pihak Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Majelis Desa Pakraman disegala tingkatan wilayah dalam pembinaan umat dan mengikuti seminar, workshop, konferensi tingkat lokal, regional, nasional dan internasional serta membangun dana punia umat

    c. Bidang Sosial dan Kemanusiaan meliputi:
    Kunjungan ke Rumah Yatim Piatu, Rumah Lansia, membantu orang miskin
    d. Penjelasan tentang Unit sebagai satuan kelompok pelaksana kegiatan Yayasan di atur dalam Pedoman Organisasi.

    BAB IV
    Permusyawaratan

    Pasal 13

    Musyawarah Pendiri/Pembina pengawas, pengurus Yayasan

    a. Musyawarah Pendiri/Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan adalah permusyawaratan                                tertinggi yang diadakan atas undangan Pembina dan pengawas Yayasan dilaksanakan sekali                       dalam 5 tahun untuk menetapkan Program Kerja tahunan sampai lima tahunan
    b.Musyawarah dengan pengawas dan pengurus serta ketua masing-masing bilang dilakukan
    minimal 6 bulan dalam satu tahun.

    Pasal 14
    Peserta Musyawarah terdiri atas :

    a. Dewan Pendiri/Pembina Yayasan
    b. Pengawas Yayasan

    c. Pengurus yayasan
    d. Ketua masing-masing Bidang usaha Yayasan

    BAB V
    MUSYAWARAH

    Pasal 15

    Agenda Acara Musyawarah Pembina, Pengawas dan pengurus Yayasan

    a. Membahas laporan pertanggung jawaban pengurus Yayasan tentang pelaksanaan                                      program kerja, kebijakan dan keuangan dalam satu periode kegiatan.
    b. Menetapkan dan atau melakukan perubahan terhadap program kerja, kebijakan dan
    keuangan dalam satu periode kegiatan.
    c. Menetapkan dan atau melakukan perubahan terhadap AD/ART serta peraturan
    organisasi lainnya.
    d. Menetapkan program kerja untuk periode berikutnya.
    e. Memilih dan menetapkan pengurus Yayasan.
    f. Ketentuan mengenai acara Musyawarah Pembina ,pengawas dan pengurus Yayasan                                   diatur lebih lanjut dalam pedoman organisasi Yayasan

    BAB VI
    PENGAMBILAN KEPUTUSAN

    Pasal 16

    Pengambilan Keputusan
    1. Pengambilan keputusan dalam permusyawaratan dan atau rapat-rapat diutamakan
    dengan mendengar pertimbangan teknis
    2. Hasil keputusan rapat diambil dari keputusan Pendiri/pembina yayasan berdasarkan usulan
    dan gagasan /pendapat dalam rapat
    3. Ketentuan mengenai korum dan pengambilan keputusan diatur lebih lanjut dalam
    pedoman organisasi

    BAB VII
    RAPAT-RAPAT YAYASAN SINAR WARNA NUSANTARA

    Pasal 17
    Rapat Kerja

    a. Adalah jenis rapat yang kedudukannya satu tingkat dibawah satu bidang usaha
    dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali
    b. Rapat kerja terdiri atas rapat kerja Pendiri/Pembina Yayasan, rapat kerja Pengawas, rapat kerja pengurus, Rapat kerja masing masing Bidang Usaha,Rapat kerja sub Bidang usaha
    c. Peserta rapat kerja adalah unsur pimpinan di masing-masing tingkatan pimpinannya,
    ditambah dengan Pendiri/Pembina, pengawas dan pengurus.
    d. Kewenangan rapat kerja adalah :
    (i) menjabarkan hasil perolehan,pengembangan,kendala teknis, dalam bentuk program kerja.
    (ii) merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam 1 (satu) tahun sebagai bagian
    dari penjabaran hasil dan sosialisasi program usaha yang belum terlaksana
    dalam periode berikutnya.

    Pasal 18
    Rapat Koordinasi

    a.Rapat koordinasi adalah jenis rapat konsolidasi structural yang bersifat koordinatif
    dilakukan berdasarkan kebutuhan dan dapat diadakan sewaktu-waktu
    b. Rapat koordinasi terdiri atas rapat koordinasi Masing-masing bidang usaha dan sub
    bidang usaha
    c. Peserta rapat koordinasi adalah pimpinan terkait dengan ketua dan unit usaha
    dibawahnya.
    d. Kewenangan rapat koordinasi adalah :
    (i) membahas perencanaan strategis, pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring
    dan evaluasi program sektoral beserta permasalahan, tantangan dan solusinya.
    (ii) Merumuskan rekomendasi kebijakan atas pelaksanaan program yang harus
    diputuskan segera.
    e. Ketentuan mengenai rapat koordinasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (a), ayat
    (b), ayat (c), dan ayat (d) di atur lebih lanjut dalam pedoman organisasi.

    Pasal 19
    Rapat Teknis


    a. Rapat teknis adalah jenis rapat konsolidasi struktural dan atau fungsional yang
    bersifat teknis pada bidang tertentu, dilakukan berdasarkan kebutuhan dan dapat
    diadakan sewaktu waktu.
    b. Peserta rapat teknis adalah seluruh unsur pengurus yang ditugaskan dalam kegiatan
    teknis.
    c. Kewenangan Rapat Teknis adalah :
    (i) Merumuskan, membahas dan menetapkan perencanaan strategis,
    pengorganisasian, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program sektoral
    beserta permasalahan tantangan dan solusinya.
    (ii) Merumuskan, membahas dan menetapkan perangkat pelaksana berdasarkan
    tingkat pengorganisasian sesuai kebutuhan
    (iii) Merumuskan dan membahas rekomendasi kebijakan.
    Ketentuan mengenai rapat teknis sebagai mana dimaksud pada ayat (a), ayat (b) dan
    ayat (3) di atur lebih lanjut dalam pedoman organisasi yayasan

    BAB VIII
    KEPENGURUSAN

    Pasal 20
    Kepemimpinan Yayasan


    a. Kepengurusan ditunjuk dalam SK Pendiri/Pembina Yayasan berdasarkan prinsip                        kepercayaan,dan kemampuan serta tanggung jawab perorangan dan ditentukan oleh                                  pemilik yayasan yang berkedudukan sebagai Pendiri/Pembina dalam Yayasan.
    b. Setiap kebijakan dan keputusan yang di putuskan oleh Pembina dan pengawas


    Pasal 21
    Larangan Pengurus


    a. Melakukan rangkap jabatan structural maupun secara fungsional diluar Yayasan                                               (pengecualian untuk pertama kali duduk juga di Pengurus Narayan Ashram)                                                    atau laranga lain yang diatur berdasarkan ketentuan perundang-undangan. dan                                                atau jabatan untuk kepentingan pribadi atau golongan.
    b. Melakukan tindak pidana dan atau perbuatan tercela yang terbukti secara hukum
    dan berakibat merugikan nama baik organisasi.
    3. Melakukan penyalahgunaan wewenang, kekuasaan


    Pasal 22
    Masa Bakti Pengurus


    a. Masa Bakti Pendiri/Pembina dan pengawas bersifat tetap dan tak tergantikan.
    b. Masa bakti kepengurusan selama-lamanya 5 (lima) tahun dan sesudahnya dapat
    dipilih kembali.
    c. Masa bakti Ketua Umum dan ketua bidang Yayasan
    sebanyak-banyaknya 2 (dua) periode berturut-turut.
    d. Masa bakti pengurus berakhir pada saat terpilihnya kepengurusan baru yang telah
    ditetapkan dengan surat keputusan Pendiri/Pembina

    Pasal 23
    Pengangkatan Pengurus


    a. Surat Keputusan Pengangkatan Pengurus dilakukan berdasarkan :
    (i). Surat Keputusan Musyawarah Pendiri/Pembina
    (ii). Surat Keputusan Musyawarah Pendiri/Pembina ditandatangani pemilik
    selaku Pendiri/Pembina Yayasan

    Pasal 24
    Susunan Kepengurusan

    a. Secara Fungsional Yayasan di pimpin ketua .
    b. Pendiri/Pembina merupakan pemegang kekuasaan tertinggi
    c. Pendiri/Pembina adalah pemilik yayasan
    d. Ketentuan lain dalam susunan kepengurusan diatur lebih lanjut didalam Pedoman
    Organisasi

    Pasal 25
    Penggantian Pengurus


    a. Pada prinsipnya pergantian pengurus pada semua tingkatan dilaksanakan                                            lima tahun sekali.
    b. Pendiri/Pembina tidak dapat diberhentikan atau digantikan kedudukannya.
    c. Pergantian pengurus dilakukan setelah terbitnya surat Keputusan dari Pendiri/Pembina

    d. Pergantian pengurus seperti yang dimaksud dalam ayat (a), ayat (b), ayat (c), dan ayat
    (d) diatur lebih lanjut dalam pedoman organisasi

    BAB IX
    ATURAN TAMBAHAN

    Pasal 26

    Semua ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ini mengikuti               Undang- undang yang berlaku.

    BAB X
    PENUTUP
    Pasal 27


    Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, pedoman
    organisasi dan peraturan organisasi lainnya akan diatur lebih lanjut oleh Pendiri/Pembina            Yayasan selaku pemilik Yayasan

     

     

     

     

    ________________

     

    Berita Terbaru

    Ikuti Kami

    Jalan Ratna 36 Sumerta Kauh Kecamatan Denpasar Timur

    Copyright © 2019 Nick Natha. All Rights Reserved.